Pada pagi hari ini kita bersama-sama melakukan renungan dan evaluasi diri melalui memahami hikmah secara mendalam tentang makna kemerdekaan Republik Indonesia yang hari ini memasuki tahun yang ke-80. Seluruh jajaran peserta upacara dari seluruh korap TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, kepolisian, dan juga ada barisan pasukan yang baru selesai mengikuti pendidikan pancawaluya di Korep Marinir Cilandak, Jakarta yang berbaris dengan rapi memperlihatkan kesetiaan dan menunjukkan pada semua bahwa aku adalah anak Indonesia. Kalau diberi kesempatan, kalau diberi pendidikan, aku setara dengan yang lain.
Kemerdekaan adalah
membebaskan. Membebaskan yang diinginkan adalah ada empat hal yang
menjadi komponen pembebasan kita. Kita harus terbebas atas hak atas
kepemilikan tanah kita. Kita harus terbebas untuk menghirup udara
yang bersih dalam setiap hari. Kita harus terbebas untuk
menikmati matahari dalam setiap waktu. Kita harus terbebas dalam
kehidupan untuk menikmati air yang merdeka menjadi kekayaan alam yang
bisa dinikmati untuk semua tanpa harus berbiaya. Seluruh kemerdekaan
itu ada dalam pikiran dan rencana para pejuang kemerdekaan Republik
Indonesia. Ada dalam pikiran dan gagasannya Bung Karno dan Bung
Hatta. Ada dalam gagasan pikirannya Supomo. Ada dalam
gagasan pikirannya Sahrir. Dan ada dalam gigisan pikiran seluruh para
pendiri bangsa Indonesia.
Seluruh para pendiri
bangsa mencita-citakan bahwa kita suatu saat akan
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Bahwa kita akan menjadi bangsa
yang berdiri di depan terdepan dalam sejarah kebangsaan kita, dalam
percaturan dunia. Manakala kita sudah mampu memerdekakan rakyat kita,
memajukan rakyat kita, mencerdaskan kehidupan rakyat kita, memajukan
kesejahteraan umum kita, maka pondasi yang harus dibangun oleh
seluruh stakeholder, jajaran pemerintahan yang tertata di Provinsi
Jawa Barat sampai tingkat desa, RT dan RW mengembalikan kembali pesan
sejarah kita bahwa bangsa kita harus memiliki hak atas kepemilikan tanah.
bahwa bangsa kita harus mendapatkan air yang bersih, bahwa bangsa
kita harus menikmati udara yang bersih, bahwa bangsa kita harus
bisa menikmati dalam matahari dalam setiap waktu.
Karena itulah spirit
berdirinya sebuah bangsa dan itulah prasyarat kedaulatan sebuah
bangsa. Relung keadilan itu harus dibangun dalam sistematika berpikir
strategik yang dinamakan pembangunan. Maka pembangunan harus diarahkan
secara paripurna untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat.
Saya tekankan sekali lagi
bahwa pembangunan harus diarahkan secara paripurna untuk
sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Maka kepentingan rakyat yang
mendasar adalah kepentingan rakyat untuk mendapat pendidikan
yang memadai dari pendidikan SD sampai perguruan tinggi tanpa
membedakan si kaya dan si miskin. Maka pendidikan melahirkan
kesetaraan. Pendidikan bukan melahirkan eklusivisme,
tetapi pendidikan memberikan kesetaraan. Yang kaya, yang miskin,
penyandang distabilitas, semuanya setara di mata negara, semuanya
setara dalam pendidikan. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan
pendidikan yang layak dari negara.
Maka pembangunan pendidikan
dari mulai pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi
adalah sebuah keharusan negara. Maka pemerintah provinsi Jawa Barat
berkomitmen untuk mengembalikan kembali anggaran untuk kepentingan
pendidikan rakyat, baik kepentingan pendidikan formal
maupun pendidikan informal. Tetapi pendidikan juga jangan
hanya dipahami oleh bangunan sekolah. Pendidikan jangan hanya
dipahami oleh jumlah guru. Pendidikan harus dipahami dalam
pembentukan karakter manusia yang disebut dengan manusia
Indonesia seutuhnya.
Maka manusia
Indonesia seutuhnya dalam kaidah Sunda disebutnya rawayan jati dalam
atmosfer pendidikan dasar kita yang diajarkan oleh leluhur kita.
Manusia pendidikan adalah manusia yang berpijak pada nilai – nilai lehur
kita yakni “ kaluhur kudu sirungan kahandap kudu Akaran”.
Kaluhur sirungan artinya dia
memiliki ide-ide dasar tentang kehidupan. Dia memiliki pemahaman
ketuhanan yang saya sangat sempurna. Mereka memiliki teologis yang
melahirkan implikasi pembentukan karakter manusia yang dalam kaidah
Sunda disebutnya “manusia yang cager, bager, benar, pintar, singer” Maka
disebutlah panca waluya.
Maka panca waluya harus
dibangun melalui gerbang atau pintu. Maka pintu harus dibangun dalam
berbentuk kegiatan teknis. Baik diatur dalam undang-undang, diatur
dalam peraturan pemerintah, diatur dengan Kepres, diatur dengan surat
keputusan menteri, peraturan menteri, peraturan daerah, peraturan
gubernur, surat keputusan gubernur, surat edaran sampai pada tingkat
kabupaten kota, maka seluruh pendidikan dasarnya harus diarahkan pada
arah yang sama. bahwa anak-anak Jawa Barat adalah anak-anak yang
cager.
Kemudian jika ingin anak-anak
yang cagur, maka konsumsi material makanan anak-anak kita harus
bergiji, harus bernutrisi, harus mendapatkan air yang bersih dalam
setiap waktu agar lahir masyarakat cager. Guru harus mengontrol apa
yang dikonsumsi oleh anak-anak kita. Orang tua harus bisa
mengendalikan apa yang dikonsumsi anak-anak kita. Dari
itulah karakter bangsa akan mulai terbangun.
Jika melihat reliatas Perspektif
hari ini adalah anak-anak Jawa Barat mendapat konsumsi gula
yang berlebihan, mendapat konsumsi kadar minyak yang berlebihan,
bahkan kadar minyaknya sudah melampaui batas. Anak-anak Jawa Barat
tidak mengkonsumsi air yang bersih, maka pendidikan kita akan
terbentuk karakter cager manakala kita mampu menyiapkan seluruh
piranti dasar itu.
Yang kedua, kalimat bageur terbentuk
oleh sebuah manusia yang memiliki ketaatan. Ketaatan pada
siapa? Satu, ketaatan pada Tuhan. Dua, ketaatan pada orang tua. Yang
ketiga, ketaatan pada lingkungan masyarakat. Yang keempat, yang
paling utama adalah ketaatan manusia pada Tuhan. Dimaknai oleh
manusia memiliki ketaatan dan penghormatan kepada tanah, air,
udara, dan matahari sebagai esensi dari nasionalisme.
Maka dari itu dilahirkanlah
gerakan pemerintah harus mengembalikan kembali tata ruang
secara benar. Gunung harus berfungsi sebagai gunung. Air harus
berfungsi sebagai air. Sungai harus berfungsi sebagai sungai. Danau
harus berfungsi sebagai danau. Muara harus berfungsi sebagai
muara. Laut harus berfungsi sebagai laut. Proporsional itu harus
dikembangkan dalam sebuah tata ruang yang memadai, tata bangunan yang
memadai, tata lingkungan yang memadai. Maka pemerintah daerah
Provinsi Jawa Barat secara tegas akan melakukan perubahan yang
radikal terhadap berbagai bentuk penyimpangan lingkungan yang
bertentangan dengan sendi-sendi kemerdekaan, yang bertentangan dengan
prinsip-prinsip kebangsaan, yang bertentangan dengan kedaulatan, yang
bertentangan dengan keadilan sosial. Untuk itu rasa adil harus
tercipta bagi siapapun, baik yang besar maupun yang kecil, tua dan
muda, laki-laki dan perempuan memiliki keadiran yang sama tanpa
membedakan gender dan unsur-unsur lainnya yang bersifat strata
sosial. Maka inilah cita-cita kebangsaan.
Kemudian yang ketiga, benar.
Benar artinya dipahami sebagai sikap transparan dan terbuka. di mana
pemimpin yang benar adalah pemimpin yang terbuka terhadap apa
yang dilakukan, benar, transparan dalam pengelolaan anggaran, benar
dalam perencanaan, benar dalam pelaksanaan, benar dalam evaluasi.
Maka pembangunan dipahami bukan hanya sebagai output, tetapi juga
outcome, benefit bagi kepentingan rakyat. Maka rencana pembangunan
harus diarahkan. Apakah sebuah kegiatan ini memiliki makna
bagi stimulus ekonomi? memiliki makna bagi keadilan, memiliki makna
bagi perubahan, maka komponen itu tidak boleh menjadi komponen
aksesoris yang harus terbuka di mana masyarakat bisa
mengaksesnya langsung terhadap pemerintah. Kerangka berpikir material
digital adalah bukan kerangka aksesoris, tetapi kerangka transparansi
di era digital yang harus dilakukan oleh kita bersama.
Kemudian yang ketiga, Pintar
adalah sebuah kerangka manusia yang melahirkan watak bahwa dia
memiliki kecermatan intelektual, maka dia memiliki kemampuan membaca,
dia memiliki kemampuan menulis dengan baik. Maka kita harus melakukan
evaluasi otok kritik terhadap problem yang terjadi di Jawa Barat.
Kalau ada anak SMP yang tidak berhitung, kalau ada anak SMP yang
tidak bisa membaca, kalau ada anak SMA yang tidak ngerti matematika
dasar, mereka nanti tergopoh-gopoh ketika memasuki dunia industri.
Mereka tergopoh-gopoh ketika memasuki dunia pekerjaan.
Mereka memiliki ketahanan fisik yang lemah ketika memasuki TNI For.
Maka ini adalah piranti harus segera dibenahi. Pemerintah yang baik
adalah pemerintah yang berani melakukan evaluasi terhadap seluruh kekurangan-kekurangan
yang dimiliki.
Yang kelima adalah singer.
Singer artinya manusia yang mau bangun pagi. Singer artinya manusia
yang mau berlari cepat. Singer artinya manusia yang mau berjalan
lebih cepat dari orang lain. Kelemahan bangsa kita adalah kelemahan warga
Jawa Barat. Dia pintar tapi dia pemalas. Dia pintar tetapi dia lemah.
Dia pintar tapi dia tidak mau berkompetisi. Maka cager bager, benar,
singer, pintter adalah sebuah krangka berfikir tentang kesempurnaan
manusia. Maka manusia itu disebutlah manusia Indonesia seutuhnya.
Maka pada pagi hari ini atas
nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat saya menyampaikan permohonan maaf
pada seluruh masyarakat Jawa Barat apabila masih ada anak Jawa Barat
yang tidak bersekolah SD. Masih banyak anak Jawa Barat yang
tidak bisa meneruskan SMP karena tidak punya seragam. Masih
banyak anak Jawa Barat yang berhenti sekolah karena
ketidakmampuan biaya.
Maka dari itu, itu adalah dosa
besar yang kita pikul bersama. Seluruhnya harus terevaluasi
dengan baik. Tidak boleh peristiwa itu terjadi lagi. Karena
tidak boleh peristiwa itu terjadi lagi, maka kita harus berani melakukan koreksi. Selain
itu, saya juga menyampaikan permohonan maaf karena masih
banyak rakyat kita yang pulang dari rumah sakit secara paksa karena
BPJS-nya tidak meng-cover. Masih banyak rakyat kita yang mau
masuk rumah sakit, BPJS perorangannya mati
tidak terbayarkan sehingga mereka mengalami penderitaan dan
mungkin mereka meninggal tanpa pelayanan. atau mereka yang BPJS-nya
tercover, terbayarkan, dijamin oleh pemerintah, tetapi tak sanggup
diam di rumah sakit karena seluruh dapurnya terhenti karena tak ada
beras, tak ada minyak goreng, tak ada bahan pangan yang dimakan.
Berbaring di rumah sakit
melahirkan penderitaan yang lama. Maka dari itulah negara harus
senantiasa hadir. Saya mengajak pada seluruh jajaran aparatur
pemerintah di Provinsi Jawa Barat, para ketua RT, ketua RW, Kepala
Desa dan kelurahan, para camat, bupati, dan walikota untuk senantiasa
membuka layanan terbuka bagi masyarakat agar masyarakatnya
bisa mengadu terhadap apa yang dialami, agar kepala desa membuka
rumahnya, menerima rakyatnya dalam setiap waktu sehingga keluh
kesahnya bisa dijawab agar para camat juga sama, agar para
bupati, walikota juga sama, seluruh jajaran kalau dilakukan secara
kolektif maka sendi-sendi penderitaan itu akan
segera terselesaikan.
Maka tugas kita meneruskan
kemerdekaan yang dititipkan oleh leluhur bangsa kita, yang dititipkan
oleh para pahlawan negara kita, yang telah mengorbankan darahnya,
cucuran air matanya, keluarganya, menghabiskan masa hidupnya hanya
untuk berkata merdeka bagi bangsanya. hari ini dalam keadaan
bahagia karena negara yang dititipkannya mampu dikelola dengan baik
oleh para penerusnya yang memegang takhta kekuasaan baik di
legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Tetapi sebaliknya, manakala
kita menjadi pengkhianat dari apa yang dia titipkan, maka pada
saat ini leluhur kita, para pahlawan kita mengalami kesedihan dan
kepedihan yang tiada tar. Kenapa? Apa yang dicita-citakan, apa yang
dikorbankan menjadi kesia-siaan karena penerusnya tak mampu
mewujudkan seluruh gagasan dan pikirannya.
Semoga kita semua termasuk yang
paling utama diri saya menjadi manusia yang tersadarkan, manusia yang
tercerahkan bahwa jabatan yang diemban bukanlah warisan, tetapi
titipan yang harus dikelola secara sempurna demi kemakmuran
kemajuan rakyat. Saya ucapkan selamat hari kemerdekaan Republik
Indonesia yang ke-80. Dirgahayu, Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Sekali merdeka tetap merdeka.
Asalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar