12/05/2024

Sunda Wiwitan: Kepercayaan Monoteisme Purba dengan Filosofi Mendalam

 Sunda Wiwitan: Kepercayaan Monoteisme Purba dengan Filosofi Mendalam

Sunda Wiwitan bukan hanya sekadar kepercayaan sederhana. Ia merupakan tonggak sejarah hubungan budaya antara Sunda dan Jawa. Sunda Wiwitan adalah agama monoteistik purba yang mengenal "Sang Hyang Kersa," setara dengan konsep Tuhan Yang Maha Esa dalam ideologi Pancasila. Konsep ini terkait dengan kepercayaan Kapitayan di Jawa, yang menyebut "Taya" (tidak ada) sebagai wujud Tuhan yang tak berwujud.

Konsep Kepercayaan dan Filosofi

Sunda Wiwitan mendasarkan kepercayaannya pada "Sang Hyang Kersa," yang dikenal pula sebagai Batara Tunggal, Batara Jagat (penguasa alam), dan Batara Seda Niskala (yang gaib). Terdapat tiga alam dalam konsep Sunda Wiwitan:

  1. Buana Nyungcung: Tempat Sang Hyang Kersa, terletak di lapisan tertinggi.

  2. Buana Panca Tengah: Tempat makhluk hidup, termasuk manusia.

  3. Buana Larang: Neraka yang berada di lapisan terbawah.

Antara Buana Nyungcung dan Buana Panca Tengah terdapat 18 lapis alam dengan lapisan tertinggi disebut "Bumi Suci."

Prinsip Dasar

Filosofi Sunda Wiwitan berakar pada dua prinsip utama:

  1. Cara Manusia: Prinsip yang meliputi kasih sayang (asih), tata aturan keluarga (tatanan), perilaku, budi bahasa, dan budaya.

  2. Cara Bangsa: Prinsip universal yang mengedepankan keharmonisan dan penghormatan antar sesama manusia.

Tradisi dan Larangan

Tradisi Sunda Wiwitan mencakup penghormatan terhadap tempat suci (kabuyutan) seperti Sasaka Pusaka Buana dan Sasaka Domas. Larangan-larangan (buyut) juga menjadi bagian penting, terutama di masyarakat Baduy Dalam, yang menjaga kemurnian ajaran leluhur.

Upacara adat seperti syukuran panen padi dan Seren Taun, perayaan pergantian tahun dalam kalender Sunda, masih dirayakan hingga kini. Tradisi ini dapat ditemukan di beberapa daerah, seperti Kanekes (Banten), Sindang Barang (Bogor), Kampung Naga (Tasikmalaya), dan Cigugur (Kuningan).

Madrais dan Kepercayaan Lainnya

Di Cigugur, muncul aliran Madrais atau Agama Jawa Sunda pada abad ke-19. Ajaran ini mengajak kembali pada tradisi leluhur, namun dianggap kontroversial karena beberapa konsepnya bertentangan dengan ajaran Islam. Ajaran ini dipengaruhi oleh Hindu, Buddha, dan Islam.

Selain itu, kepercayaan Buhun murni (Jati Buhun) juga masih dianut oleh sebagian kecil masyarakat, dengan ajaran yang terdiri dari ketetapan-ketetapan turun-temurun. Kepercayaan ini pernah tersebar luas mulai dari Semenanjung Malaya hingga Pulau Jawa.

Pengakuan dan Toleransi

Meski menjadi bagian dari sejarah panjang Nusantara, eksistensi Sunda Wiwitan sempat mengalami tantangan, terutama dalam pengakuan administratif. Setelah putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU, aliran kepercayaan seperti Sunda Wiwitan kini diakui melalui kolom khusus di KTP dan KK.

Kesimpulan

Sunda Wiwitan adalah warisan budaya dan spiritual yang kaya akan nilai-nilai filosofi. Dengan memahami kepercayaan ini, kita dapat menjaga toleransi dan keberagaman budaya Nusantara. Mari terus menghormati dan melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari kekayaan bangsa.

5/24/2024

Pendekatan Strategis dalam Mengembangkan Pendidikan Islam

 

Mengembangkan lembaga pendidikan Islam memerlukan pendekatan strategis yang menyeluruh dan terpadu. Berikut adalah langkah-langkah strategis yang bisa diambil untuk mengembangkan lembaga pendidikan Islam:

1. Analisis Situasi dan Kebutuhan

Evaluasi Internal: Analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) internal lembaga.

Penelitian Pasar: Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan tren pendidikan Islam terkini.

Benchmarking: Belajar dari praktik terbaik lembaga pendidikan Islam lain yang berhasil.

2. Perumusan Visi, Misi, dan Nilai

Visi: Menetapkan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai oleh lembaga.

Misi: Mendefinisikan peran dan tanggung jawab lembaga dalam mencapai visi tersebut.

Nilai: Menentukan nilai-nilai inti yang akan menjadi pedoman dalam setiap aktivitas lembaga.

3. Pengembangan Kurikulum dan Program Pembelajaran

Kurikulum Islami: Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap mata pelajaran.

Program Ekstrakurikuler: Menyediakan kegiatan yang mendukung pengembangan karakter Islami.

Inovasi Pembelajaran: Mengadopsi metode pengajaran modern yang sesuai dengan prinsip Islam.

4. Penguatan Sumber Daya Manusia

Rekrutmen Guru: Memilih tenaga pengajar yang kompeten dan memiliki integritas Islami.

Pelatihan dan Pengembangan: Memberikan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

Kesejahteraan Guru: Memberikan insentif dan kondisi kerja yang mendukung.

5. Pengembangan Fasilitas dan Infrastruktur

Infrastruktur Fisik: Membangun atau merenovasi gedung sekolah, ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas olahraga.

Teknologi Informasi: Mengadopsi teknologi terbaru untuk mendukung proses belajar-mengajar.

Lingkungan Belajar Islami: Menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan pengamalan nilai-nilai Islam.

6. Manajemen dan Tata Kelola yang Efektif

Struktur Organisasi: Menetapkan struktur organisasi yang jelas dan efisien.

Sistem Pengelolaan: Mengimplementasikan sistem manajemen yang transparan dan akuntabel.

Evaluasi dan Monitoring: Melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja lembaga dan proses belajar mengajar.

7. Kemitraan dan Kerjasama

Kerjasama dengan Lembaga Lain: Membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan lain, baik lokal maupun internasional.

Dukungan Masyarakat: Menggalang dukungan dari orang tua, alumni, dan masyarakat sekitar.

Kolaborasi dengan Dunia Usaha: Menjalin kerjasama dengan dunia usaha untuk mendukung program-program pendidikan.

8. Pendanaan dan Keberlanjutan Keuangan

Sumber Pendanaan: Diversifikasi sumber pendanaan melalui donasi, endowmen, dan kerjasama dengan pihak ketiga.

Manajemen Keuangan: Pengelolaan keuangan yang efisien dan transparan untuk memastikan keberlanjutan lembaga.

Pengembangan Produk: Mengembangkan produk atau jasa yang bisa menjadi sumber pendapatan tambahan.

9. Promosi dan Branding

Promosi yang Efektif: Menggunakan berbagai media untuk mempromosikan keunggulan lembaga.

Citra Lembaga: Membangun citra lembaga yang positif dan terpercaya di mata masyarakat.

Alumni dan Jejaring: Mengoptimalkan peran alumni sebagai duta lembaga dan membangun jejaring yang kuat.

10. Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Inovasi Pendidikan: Mengembangkan inovasi dalam metode pengajaran dan pembelajaran.

Penelitian Islami: Mendorong penelitian yang mendukung pengembangan pendidikan Islam.

Evaluasi Berkelanjutan: Melakukan evaluasi dan pembaruan strategi berdasarkan hasil penelitian dan umpan balik.

        Dengan langkah-langkah strategis ini, lembaga pendidikan Islam dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencetak generasi yang berpengetahuan luas, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi dalam berbagai bidang.

 

 

 


3/13/2022

Arus Global

Untuk saat ini kemungkinan menciptakan arus zaman sulit untuk dilakukan, karena arus global begitu kencang. sehingga posisi yang tepat kali ini adalah mengatur ritme, sabar menghadapi situasi hari ini dan berstrategi  dalam mengikuti arus tersebut yang dibangun di atas pondasi aqidah dan Akhlak

Adapun hal hal lain seperti keterampilan, keahlian, dll itu hanya pendukung kehidupan. sehingga skala prioritas kita tetap pada dua hal tersebut yang harus di dijaga dengan benar dan penuh keyakinan. sebab semua sudah nampak apa yang telah di sabdakan 14 abad silam.

Dalam Do'a

Yang terpenting untuk saat ini adalah berkenannya untaian do'a untu kami, Semoga berkah doa bersama itu bisa membuka seluruh penghalang hajat-hajat kehidupan kami. Semoga perangkat doa itu menjadi pelebur dosa yang besar ataupun kecil.

Semoga doa itu pula yang menjadi sebab kenikmatan dan kesuksesan yang selama ini tertahan di antara langit dan bumi, lalu diturunkan secara nyata untuk kita semua dengan keberkahan, keselamatan & keridhoan... 

Amin


5/09/2020

Rindu Ibu

Ibu pelukmu adalah sebaik—baik tenang untuk pulang. hingga rindu menjelma biru di penghujung doa—doaku.

4/04/2020

Menyelami Samudra Makrifat dari Kisah Layla Majnun Karya Nizami

Saya bisa berjam jam menghadap komputer hanya untuk membaca kisah usang karya Nizami yang di tulis pada abab 12. Ia mengisahkan Cinta antara Qays dan Laila yang kemudian kita kenal dengan kisah Laila Majnun.

Kisa cinta Mengharukan yang dianggap nyata kebenaran peristiwanya, Qays mencintai layla dengan segenap jiwanya. Meski rasa cinta itu terhalang, namun Qays tak pernah menyerah untuk tetap memelihara rasa cintanya. Cintanya yang terhalang membuat hidupnya berubah. Ia berjalan tak tentu arah menyebut - nyebut nama Layla berteriak, tertawa sambil meneteskan air mata. Orang2 yang berpapasan dengannya akan meneriakkan namanya, si "Majnu" Si gila

Bagi Qays, hanya Layla satu - satunya kekasih yang bertahta di dalam hatinya. Bait demi bait terlantun dari hembusan napasnya, kata - katanya menjelma menjadi samudra indah yang tak bertepi tatkala datang kerinduan yang mendalam. Ia bertingkah seperti seorang pemabuk, menangis, terisak dan merintih.

Begitu besar cintanya pada Layla hingga awan tak tega untuk meninggalkannya, bumi, bebatuan selalu berjalan mengikutinya, binatang - binatang buaspun mengasihi dan bersahabat dengannya, angin menjadi selimut hangat baginya.

Sebuah kisah yang tak mudah untuk di pahami jika hanya menggunakan nalar logika yang selalu kita bangun. Ya begitu sulit memang, bagi saya kisah Cinta Layla Majnun merupakan Kisah yang harus di pahami dalam tradisi Sufi.

Setidaknya ada dua tahap dalam menyingkap realitas kisah Layla Majnun. Yang pertama tafsir dan yang kedua takwil. Jika tafsir memfokuskan diri pada penemuan makna berupa konsep-konsep atau bentuk-bentuk dari yang ada, maka takwil lebih menekankan penyingkapan realitas untuk menemukan batin atau hakikat dari realitas itu sendiri.

Dalam ranah sufistik, takwil Laila adalah Realiatas yang tak Terjangkau oleh akal, ia menamakan dirinya sebagai Tuhan, bukan seorang gadis, Tuhan bertajali dalam segala bentuk keindahan yang hadir pada batin Layla.

Sedangkan Majnun adalah pesuluk yang tenggelam di samudra makripat dari hakikat realitas. Sebagai pecinta, Majnun lebih mementingkan makna daripada bentuk atau konsep-konsep, sehingga ia berenang dalam kefanaan menyaksikan batin dari segala yang ada.

Karena itu, jika engkau adalah Majnun (pesuluk), jangan surutkan cintamu pada-Nya, jangan beranjak pergi dari batin realitas, tetaplah meruguk anggur dari batin itu karena batin adalah inti dari hakikat segala sesuatu.

Sukabumi, 04 April 2020

3/23/2020

BANGKIT BERKARYA ATAU DIAM TERGILAS


Tulisan kali ini saya ingin menjelaskan apa itu Revolusi Industri 4.0 dan bagaimna cara mempertahankan eksistensi kita dalam keberlangsungan hidup di era tersebut serta  belajar berkreasi sebagai manusia yang diciptakan dengan berbagai potensi yang dimiliki yakni akal dan budi.
Sebelum memasuki pembahasan mengenai revolusi industri 4.0 tentu kita harus mengetahui dulu sebuah narasi dari perkembangan sejarah peradaban manusia yang menjadikan istilah – istilah tersebu hadir sebagai sebuah kreasi manusia di dalam berpradaban. jadi apa sebenenarnya yang mencetuskan revolusi itu sendiri hingga mungkin memasuki ke revolusi – revolusi selanjutnya yang memungkinkan manusia “diperbudak” oleh robot bahkan mungkin di masa depan kita selanjutnya dimana robot mampu berevolusi kembali menjadi mahkluk yang sangat intelek.
Menarik bukan??? Yuppsss sangat menarik sekaligus mengerikan, namun Yang jauh lebih menarik bahwa kedepan manusia akan terus mencari sumber energi sampai memasuki ke planet – planet lain yang nantinya akan membuat manusia kembali mempertanyakan apa arti hidup saat manusia masa depan mulai menemukan cara untuk hidup abadi.
Saya berharap kalian bisa baca sampai tuntas karena idealnya setelah kaliaan baca tulisan ini stidaknya akan menemukan paradigma baru yang akan menghemat waktumu di masa depan hingga seputluh tahun atau bahkan  mungkin bisa saja lima puluh tahun kedepan. Ok Bro.... semoga saja begitu
Well .... let go...
Perjalan Pradaban Umant Manusia
                Kalau di pradaban sekarang manusia kali ini memegang gedjet sebagai sebuah survival dalam hidupnya, hal ini sangat berbeda jauh dengan manusia jaman dulu, dimana manusia jaman dulu memegang gedjet multifungsi bisa untuk berburu, membuat makanan dll.. kalian tahu apa gedjet yang mereka pegang? Yupppss..  batu dan tulang belulang, sebut saja mreka manusia burbakala.
Manusia purba pada jaman pra sejarah batu dan tulang belulang menjadi menjadi sebuah alat bagi mereka untuk bertahan hidup karena hanya dua pilihan dalam hidupnya saat ia keluar yakni memakan atau dimakan. So, Inilah era societi satu. diman kondisi manusia saat itu masih tergolong primitif dan hidup berpindah – pindah tempat untuk mencari sumber kehidupan yang lebih layak hingga kembali menemukan pradaban baru yakni prunggu.
Bangsa somalia dahulu kala menemukan prunggu sebagai sebuah bahan untuk dijadikan alat – alat berburu yang lebih canggih, bahan bukan hanya itu dengan alat tersebut bangsa somalia mampu bercocok tanam yang kmudian bisa tinggal dan menetap. inilah yang kemudian sering kita sebut dengan istilah society 2.0 (Agri Culture)
Society 2.0 berlangsung cukup lama, sampai pada selanjutknya memasuki sebuah pradaban baru yakni ditemukannya mesin Uap pada tahun 1800’an yang artinya dimulailah dengan sebuah istilah baru yakni Revolusi indutri pertama dimana efisiensi pekerjaan semuanya lebih baik berkali kali – kali lipat karena adanya mesin tersebut hingga kondisi sosial masyarakat di era ini  berkembang. Jika sebelumnya manusia bertani dan bercocok tanam kini mulai beralis ke perkembangan hidup pola industri itulah yang mulai tahapan societi 3.0 (manufaktur). Sejak adanya revolusi industri satu dan society tiga paradigma manusia pada saat itu benar – benar memasuki masa keemasan.
Praaban selanjutnya memasuki era 1900’an manusia kembali menemukan tenaga listrik. Semakin jelas efisiensi produksi saat di temukannya listrik sangat lebih canggih lagi yang kemudian kita sebut penemuan ini sebagai sebuah Revolusi 2.0. sejak ditemukannya tenaga listrik tidak butuh waktu lama untuk berfindak ke revolusi industri 3.0 karena ditemukanya mesin komputer pada tahun 1970’an. Sejak saat itu beradaban umat manusia mulai di gitilasisasi hingga menjadi semakin jauh lebih efisien dari sebelumnya.
Dengan adanya komputer dan otomatisasi mesin berubah pulalah pradaban manusi pada era 1980’an samapai 1990 yang melahirnya era societi 4.0 (Informasi)  dimana manusia bergantung pada teknologi informasi dalam berbagai aspek pekerjaan dan tanpa perlu waktu lama yang sudah bisa kita tebak revolusi selanjutnya yakni lahir istilah revolusi 4.0 yang di tandi dengan di temukannya internet.
Dengan ditemukannya internet sekaligus menandai dari lahirnya revolusi i ndustri 4.0 yang kemudian mencetuskan Internet of think dimana kini semua prangkat di dunia bisa terjalin menjadi satu yang akhirnya terus berkembang menjadi BIG Data. Terdengar familiat bukan??? Ya inilah era kita saat ini.
Jadi kini kita memasuki era Revolusi 4.0 (internet of think) dan societi 4 (Imformasion) pada saat yang bersamaan. Era inilah yang akan kita bahas lebih lama sebelum menuju ke masa depan. Agar kita bisa sama – sama belajar cara bertahan dan berkembang di era yang kita tinggali saat ini. Era dimana kehiduoan kita saat ini sudah dikuasai oleh kombinasi semua revolusi industri sebelumnya. Yaitu listrik, komputer, internet, Big Data dan baru – baru ini mulai di ambil alih oleh EA dan Robotik dalam menyongsong revolusi industri selanjutnya.


Bersambung...