1/18/2013

JEJAK BERDARAH KOMUNIS



Pada perkembangannya kita akan membahas tentang perkembangan dan ideologi komunis, sebagai mana yang telah kita saksikan betapun indah dan manis janji mereka untuk menciptakan perdamaian dan keadilan di dunia, teori Mark dan Enjels ternyata malah bersimbah darah dan menebar maut. Dengan menjadikan teori Darwin sebagai teori pembenaran secara ilmiahnya, ideologi komunis tersebut begitu cepat dalam perkembangannya , dan memunculkan revolusi pertama di Rusia.
Setelah meraih kekuasaan, Lenin, sang pemimpin revolusi medirikan pemerintahan diktator dan menebar ketakutan ke seantero Rusia. Kini kita tahu bahwa Lenin sama sekali tidak mempunyai rasa belas kasih sedikit pun pada musuhnya. Dan ia bertanggung jawab atas puluhan ribu penentangnya yang di siksa hingga mati atau di tembak.
Lebih jauh, kita juga tahu bahwa kelaparan akibat kebijakannya yang salah telah merenggug 5juta nyawa rakyat tak berdosa. Fakta-fakta yang dibenarkan oleh arsip ini mengungkap sejah berdarah komunisme kepada kita semua.
Lembaran paling berdarah dari sejarah kelam itu, ternyata, ditulis oleh diktator lainnya, yang bahkan jauh lebih kejam dari Lenin. Diktator itu adalah Stalin, yang dinobatkan sebagai pembunuh terkejam sepanjang sejarah.
PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH REZIM SETALIN
1.      Bencana Akibat Kebijakan Kepemilikan Oleh Negara
Stalin memerintah stetelah kepemimpinan Lenin dan memerintah Unisopyet dengan menebar ancaman dan siksaan selam 30 tahun berikutnya. Selama itu juga ia bertanggung jawab atas hilangnya 40ribu juta nyawa.
Stalin menghabiskan tahun-tahun pertamanya untuk memperkuat kedudukannya, ia berhasil menyingkirkan Rously yang dianggap sebagai pesaing pertamanya, yang kemudian di tangkap dan diasingkan.
Di tahaun 1929, Stalin memberlakukan kebijakan yang disebut dengan Kebijakan Kepemilikan oleh Negara. Percobaan lenin pengambil alihan tanah oleh negara sudah setengah jalan, dan petani rusia masih bertani di lahan mereka sendiri serta menjual hasil tani mereka sendiri di pasar. Dengan kebijakan itu Stalin mencoba untuk meneruskan usaha yang dirintis oleh Lenin sebelumnya dengan mengambil alih hasil tani dan tanah seluruhnya atasnama negara.
Kebijakan tersebut diawali dengan sebuah document film yang sering kita sebut denga “Propaganda” dimana Stalin menaiki traktor serta memainkan perannya sebagai pemimpin yang akan membawa pertanian Unisopyet ke era baru. Para petani rusia telah diperlihatkan pada perayaan komunisme didepan karikatur yang disebut dengan Kar mark sambil menari kegirangan.
Namun kenyataan yang ada sangatlah berbeda, ditahun 1930 hasil panen petani mulai disita oleh pemerintah, tentara merah mengambil satu demi satu disetiap lahan, selain itu ada juga sejumlah petani yang menyimpan rahasia hasilnya untuk tidak diberikan kepada pemerintah, hal itu membuat tentara partai komunis mencari kesetiap penjuru sampai pada akhinya menemukan sebagaian hasil tani yang disembunyikan oleh para petani itu. Selain hasil tani para petugas juga menyita alat-alat untuk bertani sampai akhirnya para petani diterlantarkan dengan tidak memiliki apa-apa.
Akhinya bencana yang disebut Lenin itupun menguntungkan bagi orang komunis yaitu terjadinya kelaparan yang tidak bisa dielakan.
***

Dedikasi untuk Ibu



“Dedikasi untuk Ibu”
Ibnu Saepul Bahri

ibu
ku pandangi sayu matamu
saat kau tidur lelap
rasa lelah, letih, lunglay terpancar di wajahmu
setelah seharian penuh kau kerahkan hidupmu untukku
untuk menuntaskan kewajibanmu sebagai peganti ayah
Ibu
Aku ingin menciummu, dengan kehangatan seorang anak
Dan bercerita tentang apa yang ku inginkan
Untuk membuatmu bahagia
Untuk membuatmu tersenyum
Aku ingin mengukir senyummu dalam setiap langkahku
Untuk menyongsong hari tuamu
Hari yang penuh kehangatan dan kebahagiaan meski tanpa ayah
Demikianlah puisi yang di bacakan oleh Aji, Seorang anak yang duduk di bangku kelas 2 SMP itu. Puisi itu di buatnya ketika malam saat ibunya tertidur lelap, dengan tetesan air mata ia ia curahkan rasa kasih sayang yang penuh kelembutan untuk ibunya, lewat goresan tinta hitam yang menari di atas kertas putih dengan mengikuti alunan pemikiran dan perasaan  terus ia tumpahkan demi sebuah karya yang tiada lain hanya untuk seorang pahlawan wanita yang selalu menjadi motivasi dalam hidupnya,
Setelah ia selesai membuat puisi itu, ia bersandar di dinding yang sudah aga kusam, dengan tetesan air mata ia terus membayangkan sosok seorang ibu yang hidup tanpa seorang pelindung yang biasa dijadikan sebuah sandaran dikala luka dan duka dikala susah dan bahagia, kini hanya Ajilah yang menjadi pelindung bagi ibunya setelah 5 tahun sudah ia ditinggalkan oleh ayah tercintanya saat ia duduk dibangki kelas 2 SD.
Melihat jam yang berada tepat di depan pandangannya sudah hampir menujukan pukul 02.00, suara pintu yang berpusat di kamar sebelahnyapun terdengan jelas oleh aji, namun aji tetap khusu bersandar di dinding dengan pena di tangannya dan sehelai kertas yang selalu menjadi teman curhatnya di kala sunyi, entah apa yang sedang ia tuliskan lagi di atas sehelai kertas yang  dipegangnya itu.
Rasa penasaran terhadap suara pintu yang beberapa menit lalu ia hiraukan kini ia memacu untuk melangkahkan kakinya agar ia tahu siapa yang keluar atau masuk dari kamar sebelahnya. Dengan langkah yang pelan layaknya seorang maling yang akan mengambil sesuatu ia pun membuka pintu kamarnya menuju kamar yang berada di sebelahnya. Dengan perlahan ia mendekati kamar dan mendengar tangisan yang merintih di dalam kamar itu itu, kemudian dengan pelan dan tenang ia buka, ternyata suara tangisan itu berasal dari ibunya yang ia liat sedang khusu berdo’a sehabis shalat tahajud, dengan rasa iba ajipun meneteskan air mata dan menghampri ibunya.
“Ibu...kenapa nangis, ibu inget ayah yah?” tanya Aji dengan penuh rasa iba melihat ibunya terinta
“Eh Aji...baru bangun ya?” ujar sang ibu dengan berkaca-kaca mengusap air mata yang menetes di wajahnya.
“Engga ko nak, ibu Cuma sedih aja belum bisa ngebahagiain aji makannya ibu berdo’a untuk Aji” jawab Ibu sambil mengelus-ngelus kepala Aji.
“Aji bahagia ko Bu, karena aji masih punya ibu meskipun ayah udah ga ada” ujar aji sambil menatap mata ibunya yang sayu kemerah-kemarahan.
“Ya udah, Aji ke air gih ambil air wudhu terus shalat kita do’ain sama-sama buat ayah” suruh sah ibu sambil mengambil al-qur’an yang akan dibacanya.
“ya udah Aji ke air dulu Bu...”
Bakti Aji kepada Ibunya membuat sang ibu merasa bersalah karena tidak mampu memberikan lebih seperti orang tua lain yang memberikan segalanya pada anak remaja seusianya. Semngat Aji untuk membahagiakan Ibunya terus menjadi tekad yang kuat, ia berharap suatu hari ia dapat membantu ibnunya yang semakin hari semakin terlihat lelah karena di usianya yang sudah hampir 40 tahun. Prestasi Ajipun di sekolah sangat dibanggakan oleh gurunya-gurunya, selain ia berbakti kepada ibunya, di sekolahpun ia terkenal dengan sebutan siswa yang teladan, tak heran teman-temannyapun banyak yang menyukai sosok Aji.
Setelah ia mengambil air wudhu, ia pun bergegas mengambil sarung dan peci untuk dipakainya. Dengan penuh keharmonisan dan ketenangan ajipun shalat di sebelah ibunya yang sedang membaca al-qu’an dengan suara yang syahdu.
***
Pagi yang indah menyambut hanyat Aji dengan titian pajar yang mulai menyingsing dari upuk timur ke upuk barat, burung-burung berkicau dari dahan satu ke dahan yang lain, membuat semangat Aji untuk menuntut ilmu layaknya seekor singa yang sedang kelaparan. Dengan bekal alakadarnya tak membuatnya berckecil hati, ia tetap semangat melangkahkan kakinya demi sebuah cita-cita yang ia inginkan, yaitu melihat sang ibu terinta Bahagia di usianya yang sudah aga tua.
“Ibu...Aji berangkat ya bu. Terima kasih bekalnya ya Bu” pamit Aji sambil mencium tangan ibunya.
“Iya nak, belajar yang rajin...awas jangan nakal di sekolah, maafin ibu Cuma bisa ngasih uang jajan seadanya” ucap sang ibu dengan perasaan haru.
“Cukup ko Bu, alhmdulillah...” jawab Aji menenagkan perasaan ibuya.
Dengan sepaeda tua yang bermerek BMX, ia terus mengayuh untuk berangkat ke sekolah, sedikitpun ia tak pernah mengeluh dengan keadaannya yang tak seperti orang-orang seusianya. Ibunya yang hanya seorang guru di sekolah agama tak mampu membelikan kendaraan bermotor untuk pergi kesekolah seperti teman-teamnnya. Walaupun ia hanya berangkat dengan sepeda tua hasil pemberian dari saudaranya, tapi ia tak pernah kesiangan, ia selalu tepat waktu meski jarak antara sekolah dan rumahnya aga lumayan jauh.
Hari itu tepat pada hari selasa, dimana tugas bahasa indonesiapun untuk membuat puisi telah menanti. Para siswa di kelas sangat ramai sekali membicarakan puisi hasil karya mereka. Dengan beragam tema yang mereka gunakan pada puisi mereka.
Tak lama kemudian guru bahasa indonesia yang biasa di sapa dengan nama Bu Mirapun datang dengan senyuman dan salam kepada para siswanya.
“Selamat pagi anak-anak” ujar Bu Mira dengan senyum yang merona.
“Pagijuga Bu...” jawab kompak anak-anak kelas
            Seperti biasa bu Mira mengabsen anak-anak kelasnya, untuk bisa mengetahui siapa yang tidak hadir. Sosok Bu Mira sangat ramah dan peyang sekali, ia mengetahi sosok kehidupan para siswanya, sehingga tak aneh kalau setiap mata pelajarannya tak ada satupun yang absen.
            “ Anak-anak gimana sudah beres tugas puisi yang ibu berikan meinggu lalu?” tanya bu Mira dengan suara yang khas
            “Sudah Bu...” jawab serentak seluruh siswa
            “ baik lah anak-anak, sebelun ibu melanjutkan ke materi selanjutnya, ibi akan memanggil satu-persatu di antaea kalian untuk membacakan puisi hasil kalian. Ibu harap kalian menampilkan yang terbaik” ujar bu Mira
            hari keberuntunganpun tiba untuk aji, dimana ia adalah salah satu siswa yang pertamana yang di pilih bu Rini untuk membacakan puisi hasil karyanya. Dengan mimik muka yang tenang ia pun berjalan ke depan dengan penuh kesederhanaan, ia berdiri di sebelah bu Mira dan tepat di hadapan teman-temannya.
            “Assalamu’alaikum, selamat pagi Ibu Rini yang selalu kita banggakan, selamat pagi teman-teman tercintaku, terimakasih saya ucapkan kepada Bu Mira yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk membacakan sebuah puisi. Puisi ini saya beri judul Ibu.
Ibu....
ku pandangi sayu matamu
saat kau tidur lelap
rasa lelah, letih, lunglay terpancar di wajahmu
setelah seharian penuh kau kerahkan hidupmu untukku
untuk menuntaskan kewajibanmu sebagai peganti ayah
Ibu....
Aku ingin menciummu, dengan kehangatan seorang anak
Dan bercerita tentang apa yang ku inginkan
Untuk membuatmu bahagia
Untuk membuatmu tersenyum
Aku ingin mengukir senyummu dalam setiap langkahku
Untuk menyongsong hari tuamu
Hari yang penuh kehangatan dan kebahagiaan meski tanpa ayah

            Dengan serentak teman-teman sekelasnya memberikan tepuk tangan untuk mengapresiasi puisi hasil karya Aji, Ibu gurunya takjub sekali melihat ekpresi yang Aji tunjukan ketika membaca puisi. Dengan penuh penghayatan ajinpun meneteskan air mata, bahkan ada di antara temannyapun yang ikut meneteskan air matanya. Aji teringat akan sosok Ibunya tercinta yang sangat ia banggakan. Kepergian ayahnya membuat ajisemakin menyayangi dan menjaga ibu dan adiknya.sifat yang tegas dan tak pernah putus asa selalu aji perlihatkan pada semua orang. Puisi yang ia bacakan tiada lain mewakili apa yang sedang ia rasakan. Karena penghayatannya yang begitu mendalam sampai-sampai bu Mirapun Mengelus-ngelus kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca.
To be continue

1/02/2013

JEJAK BERDARAH KOMUNIS

Pada perkembangannya kita akan membahas tentang perkembangan dan ideologi komunis, sebagai mana yang telah kita saksikan betapun indah dan manis janji mereka untuk menciptakan perdamaian dan keadilan di dunia, teori Mark dan Enjels ternyata malah bersimbah darah dan menebar maut. Dengan menjadikan teori Darwin sebagai teori pembenaran secara ilmiahnya, ideologi komunis tersebut begitu cepat dalam perkembangannya , dan memunculkan revolusi pertama di Rusia.


Setelah meraih kekuasaan, Lenin, sang pemimpin revolusi medirikan pemerintahan diktator dan menebar ketakutan ke seantero Rusia. Kini kita tahu bahwa Lenin sama sekali tidak mempunyai rasa belas kasih sedikit pun pada musuhnya. Dan ia bertanggung jawab atas puluhan ribu penentangnya yang di siksa hingga mati atau di tembak.
Lebih jauh, kita juga tahu bahwa kelaparan akibat kebijakannya yang salah telah merenggug 5juta nyawa rakyat tak berdosa. Fakta-fakta yang dibenarkan oleh arsip ini mengungkap sejah berdarah komunisme kepada kita semua.
Lembaran paling berdarah dari sejarah kelam itu, ternyata, ditulis oleh diktator lainnya, yang bahkan jauh lebih kejam dari Lenin. Diktator itu adalah Stalin, yang dinobatkan sebagai pembunuh terkejam sepanjang sejarah.
PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH REZIM SETALIN
1.      Kebijakan Kepemilikan Oleh Negara
Stalin memerintah stetelah kepemimpinan Lenin dan memerintah Unisopyet dengan menebar ancaman dan siksaan selam 30 tahun berikutnya. Selama itu juga ia bertanggung jawab atas hilangnya 40ribu juta nyawa.
Stalin menghabiskan tahun-tahun pertamanya untuk memperkuat kedudukannya, ia berhasil menyingkirkan Rously yang dianggap sebagai pesaing pertamanya, yang kemudian di tangkap dan diasingkan.
Di tahaun 1929, Stalin memberlakukan kebijakan yang disebut dengan Kebijakan Kepemilikan oleh Negara. Percobaan lenin pengambil alihan tanah oleh negara sudah setengah jalan, dan petani rusia masih bertani di lahan mereka sendiri serta menjual hasil tani mereka sendiri di pasar. Dengan kebijakan itu Stalin mencoba untuk meneruskan usaha yang dirintis oleh Lenin sebelumnya dengan mengambil alih hasil tani dan tanah seluruhnya atasnama negara.
Kebijakan tersebut diawali dengan sebuah document film yang sering kita sebut denga “Propaganda” dimana Stalin menaiki traktor serta memainkan perannya sebagai pemimpin yang akan membawa pertanian Unisopyet ke era baru. Para petani rusia telah diperlihatkan pada perayaan komunisme didepan karikatur yang disebut dengan Kar mark sambil menari kegirangan.
Namun kenyataan yang ada sangatlah berbeda, ditahun 1930 hasil panen petani mulai disita oleh pemerintah, tentara merah mengambil satu demi satu disetiap lahan, selain itu ada juga sejumlah petani yang menyimpan rahasia hasilnya untuk tidak diberikan kepada pemerintah, hal itu membuat tentara partai komunis mencari kesetiap penjuru sampai pada akhinya menemukan sebagaian hasil tani yang disembunyikan oleh para petani itu. Selain hasil tani para petugas juga menyita alat-alat untuk bertani sampai akhirnya para petani diterlantarkan dengan tidak memiliki apa-apa.
Akhinya bencana yang disebut Lenin itupun menguntungkan bagi orang komunis yaitu terjadinya kelaparan yang tidak bisa dielakan.

12/30/2012

"KUJANG" ANTARA FALSAFAH DAN MITOLOGI SUNDA

Kujang adalah salah satu senjata khas dari daerah Jawa Barat, tepatnya di Pasundan (tatar Sunda). bentuk senjata ini cukup unik, dari segi desainnya tak ada yang menyamai senjata ini di daerah manapun, senjata ini di Jawa Barat. Tidak adanya kata yang tepat untuk menyebutkan nama senjata ini ke dalam bahasa International, sehingga Kujang dianggap sama pengertiannya dengan “sickle” (= arit/sabit), tentu ini sangat menyimpang jauh karena dari segi wujudnyapun berbeda dengan arit/sabit. Tidak sama juga dengan “scimitar” yang bentuknya cembung. Dan di Indonesia sendiri arit/sabit sebetulnya disebut “chelurit” (celurit). Mungkin untuk merespon kendala bahasa tersebut, tugas dan kewajiban budayawan sunda, dan media cetak lokal di tatarsunda yang harus lebih intensif mempublikasikannya senjata Kujang ini ke dunia International.
Asal muasal istilah Kujang berasal dari kata "Kudihyang" dengan akar kata "Kudi" dan "Hyang". "Kudi" diambil dari bahasa Sunda Kuno yang memilii pengertian senjata yang mempunyai kekuatan gaib sakti, sebagai jimat, sebagai penolak bala, misalnya untuk menghalau musuh atau menghindari bahaya/penyakit. Senjata ini juga disimpan benda pusaka, yang digunakan untuk melindungi rumah dari bahaya dengan meletakkannya di dalam sebuah peti atau tempat tertentu di dalam rumah atau dengan meletakkannya di atas tempat tidur (Hazeu, 1904 : 405-406) Sedangkan "Hyang" dapat disejajarkan dengan pengertian Dewa dalam beberapa mitologi, namun bagi masyarakat Sunda Hyang mempunyai arti dan kedudukan di atas Dewa, hal ini tercermin di dalam ajaran “Dasa Prebakti” yang tercermin dalam naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian disebutkan “Dewa bakti di Hyang”. Secara umum, Kujang mempunyai pengertian sebagai pusaka yang mempunyai kekuatan tertentu yang berasal dari para dewa (=Hyang), dan sebagai sebuah senjata, sejak dahulu hingga saat ini Kujang menempati satu posisi yang sangat khusus di kalangan masyarakat Jawa Barat (Sunda). Sebagai lambang atau simbol dengan niali-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, Kujang dipakai sebagai salah satu estetika dalam beberapa lambang organisasi serta pemerintahan.

KONSEP KEBEBASAN TOKOH JIM DALAM NOVEL THE ADVENTURES OF HUCKLEBERRY FINN



BAB I
PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG MASALAH
The Adventures Of Huckleberry Finn, karya besar mark Twain, mulai di tulis pada tahun 1876, tahun penerbitan buku cikal bakal, The Adventures of Tom Sawyer. Buku pertualangan Huck Finn dan Jim si budak hitam ini terbit tahun 1884. Kisah ini muncul dalam berbagai versi, mulai dari buku komik hingga aksi panggung opera, dari cetakan buku biasa hingga buku lengkap dengan kaset rekaman, dari film kartun hingga film layar lebar.
Walaupun buku aslinya telah beberapa kali direvisi oleh editor dan penerbitnya, Jhon C. Gerber meyakini masyarakat pembaca novel bahwa kisah ini memang sebuah karya legendaris yang sampai sekarangpun masih di baca ribuan dan ribuan orang. Dalam satu essainya tengtang Huck ia menyatakan bahwa”
            “….the book still retains its appeal for millions of readers. Scores of scholars, continue to argue over it and thousand of teacher to discuss it in class. The trip down the Mississippi river on the raft has become legendary…”[1]
            Dalam novel legendaries ini, Twain menciptakan tokoh Huck Finn dengan apik dan penuh kehati-hatian, dimana Huks mengisahkan pertualangan dirinya sendiri bersama Jim, si budak hitam, menyusuri sungan Mississippi. Sepanjang perjalanannya, mereka bertemu berbagai macam manusia seperti dua orang desperadoes di sebuah kapal, keluarga Kolonel Grangerfonrd dan musuh bebuyutannya, keluarga Shepherdson, dua orang penipu Duke dan The King, dan lain-lain. Dua tokoh ini Huck dan Jim, mengalami perjalanan yang menegangkan di sertai obrolan mereka yang kocak dan lucu. Pertualangan demi pertualangan mereka lalui disamping itu merekapun selalu menghindari berbagai kesulitan dan halangan serta bercerita tentang rintihan duka lara dan impian indah selama perjalanannya menyururi sungai.
            Satu factor yang menarik tentang perjalanan Huck dan Jim sepanjang menyusuri sungai. Yang ditulis dalam beberapa essay kritikus sastra, adalah penggambaran pesisir sungai Mississippi dari kacamata seorang anak, Huck Finn. Kisah pertualangan ini memang terasa hidup  serta menyentuh karena Huck sebagai narrator cerita ini adalah tokoh yang menurut para kritikus bersifat :
“….(Huck is) accepting, accommodating, compassionate, decent, dirty, good-natured, pathetic, practical, pragmatic, poker-faced, naïve, bad, good, heroic, and unhernic (1985,hal 10).
            Serangkaian sifat huck di atas ini dikumpulkan dan dituliis Gerber dalam tulisannya sebagai pembuka buku kumpulan essay-esaay One Hundred Years Of Huckleberry Finn. Dimana isi essai itu banyak menceritakan tokoh Huck dengan sudut pandangnya, ada juga yang membahas Tom Sawyer sebagai tokoh yang mempengaruhi jalan pikiran Huck, bahkan ada juga di antara essai ini yang membahas Twain sebagai penulis dari pada novel yang ditokohi oleh Huck Finn itu sendiri. Tokoh huck ini memang cukup berkesan dan menarik sekali untuk di terus dibahas dan di pelajari karena banyak aspek yang bias di ungkapkan dari sikap yang legak dan lucu dalam celotehannya.
2.      POKOK PERMASALAHAN
Di dalam cerita ini, seorang tokoh yang bernama Jim sempat mengungkapkan keinginan dan impiannya bila ia bebas, setelah ia baca buku tentang sejarah Amerika masa itu, melihat dari pada impian dan keinginannya itu saya menemukan beberapa pokok untuk mencapai kebebasan itu sendiri tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Selain menuliskan bahwa kaum kulit hitam memperjuangkan kebebasan dengan pengorbanan material dan moral dalam jangka waktu yang tidak sebentar, selain itu, sejarah juga seperti apa kebebasan atau impian mereka tersebut. Impian ini akhirnya terwujud nyata setelah konstitusi Amerika menghapuskan perbudakan pada akhir abab ke-19.
Kebebasan sebagai impian budak kulit hitam dicatat dalam sejarah adalah bentuk kebebasan secara kebanyakan. Namun yang jaddi permasalahnya adalah kebebasan seperti apakah yang disampaikan melalui tokoh Jim ini. Apakah Jim sendiri mempunyai angan-angan seperti dalam buku sejarah mengenai ras kulit hitam atau kan lebih? Singkatnya kebebasan seperti apa yang berada dalam benak pikiran Jim itu sendiri?



BAB II
LANDASAN TEORI
1.      PENOKOHAN
Disini saya menganalisis novel The Adventures of Huckleberry Finn dengan pedoman teori sastra mengenai tokoh dan penokohannya. Adapun yang akan dikaji oleh penulis yaitu mengenai struktur penokohan Jim dan Huck dengan menggunakan terori penokohan karena pembaca mengetahui sedikit banyaknya mengenai pola, tingkah dan ucapan dari narasi yang disampaikan oleh Huck, yang menjadi salah satu tokoh utama dalam novel tersebut.
A.    PENOKOHAN MENURUT ARSWENDO ATMOWILOTO
Arsendo Atmowiloto, seorang pengarang Indonesia masa sekarang, dalam bukunya Mengarang Itu Gampang mengungkapkan sedikit tentang tokoh dan penokohan. Ia menyatakan bahwa tokoh berkaitan erat dengan alur cerita itu sendiri. Sang tokoh bias saja berubah, dalam pemikiran atau tingkah lakunya. Di awal cerita mungkin ia adalah seorang tokoh yang menyenangkan, namun pada akhir cerita, sang tokoh ini mungkin berubah menjadi seorang yang menyebalkan.
Bagaimana kita bias mengetahui pemikiran atau tingkah laku seorang tokoh? Arswendo berkata bahwa dalam menggambarkan satu tokoh, semua biasa terlihat; bisa dari kacamata “aku” bisa juga dengan menggunakan “nama tertentu yang bukan aku” (1987 : halaman 41).
1.      BISA DILIHAT DAN BISA DIISYA RATKAN
Mungkin maksud Arswendo dengan mengandaikan satu tokoh. Kita sebut saja namanya si Anu. Si tokoh Anu ini sebenarnya bisa terlihat jika ia langsung disebut karakternya oleh sang pengarang, bahwa si anu ini orangnya begini atau begitu. Selain itu ci Anu juga bisa diisyaratkan  jika sang pengarang menulis pemikiran dan tingkah laku ci Anu selama menghaddapi/menyelesaikan berbagai peristiwa di sepanjang certia.
2.      SIFAT LAHIRIAH DAN SIFAT BATINIAH
Pengarang juga bisa menuliskan sifat lahiriahnya, seperti rambutnya yang hitam dan keriting, pipinya yang kempot dan giginya yang ompong, ia tinggal di sebuah gubug tua yang kumuh, kotor, dan lain sebagainya
Kemudian kita bandingkan sifat lahirian dengan sifat batiniah,  jelasnya sifat batiniah ini sifat yang tak bisa dilihat mata telanjang, sifat ini bisa berupa seperti malas, dan jorok, atau juga bisa seperti keduanya, misalnya si Anu itu penolong dan pemurah akan tetapi ia suka berbohong.
3.      SUDUT PANDANG “AKU” DAN “NAMA TERTENTU BUKAN AKU”
Pengarang juga berkuasa penuh untuk menentukan siapa yang jadi narrator cerita atau pencerita; bisa itu ci tokoh utama, tokoh marginal, atau bukan satu tokohpun dalam cerita itu.
Maksudnya disini, bisa saja si Anu adalah tokoh utama atau tokoh marginal yang mengaku sebagai “aku” namun ia hanya bisa melaporkan kepada pembaca atas apa yang ia lihhat saja. Lain halnya jika memang pengarang tidak memberikan “kekuasaan” kepada satu tokohpun dalam cerita. Pembaca bisa dengan leluasa melihat penggambaran tokoh secara mendetai. Sang penulis memang memberikan keleluasaan buat pembacanya untuk bergerak dari satu tokoh ke tokoh yang lain, dan membiarkan si pembacamempunyai interpretasinya sendiri, penulis memberikan symbol nama kepada tokoh-tokoh atau, yang tadi disebut oleh Arswento ”nama tertentu yang bukn aku”
B.     PENOKOHAN MENURUT PICKERING HOEFER[2]
Seperti yang di ungkapkan juga Arswento, James Pickering dan Jeffrey D. Hoeper dalam buku mereka mengemukakan pembagian cara seorang pemula melukiskan penampilan tokoh dalam ceritanya, yaitu dengan teknik membertahu (telling) dan teknik menggambarkan (showing)






BAB III
ANALISIS KEBEBASAN TOKOH JIM
DALAM NOVEL THE ADVENTURES OF HUCLEBERRY FINN
A.    FAKTA DALAM NOVEL
1.      KEBEBASAN MENURUT JIM
Sebagai pembuka analisis novel ini, saya akan mencoba menganalisis keinginan dan hasrrat besar Jim untuk bebas dari perbudakan yang mana dapat dilihat dari tingkah laku Jim dan dialognya dengan Huck. Jim hanya menyatakan keinginannya untuk bebas kepada Huck, karena setelah ia lari dari Miss Watson ia banyak menghabiskan waktunya bersama Huck. Di bawah ini saya akan menganalisis keinginannya terseebut yang dapat diketahui dari ucapan dan tingkah lakunya. Dalam hal ini saya dapat mengetahui dari laporan yang disampaikan oleh Huck, sang narrator.
Proses pencapaian Jim ini memang dimulai sejak ia melarikan diri dari Miss Watson, seperti halnya budak hitam lain di daerah selatan, Jim diperlakukan kurang baik oleh Miss Watson, majikannya. Jim sendiri yang menyampaikan hal ini dalam Bab VIII saat pertama kali ia bertemu dengan Huck di Jackson Island. Namun alas an ia melarikan diri bukan karena Miss Watson ysng memperlakukannya dengan buruk, alas an sebenarnya baru ia ungkapkan seetelah mereka mencari makan di pulau itu. Saat itu Huck bertanya tentang alas an Jim berada di pulau tersebut.
Pada awalnya terlihat nada segan saat Jim menceritakan hal ini karena ia takut Huck akan mencertakan lagi ke Miss Watson dan penduduk kota tersebut. Namun setelah Huck meyakinkan bahwa ia tidak akan kembali lagi ke kota tersebut jadi semuanya akan aman, Jim baru memberitahukan bahwa alas an sebenarnya ia melarikan diri dari Miss Watson karena akan dijual ke New York Oerlans oleh majikannya itu sendiri.
“…Miss Watson, she pecks on me all de time, en treat me pooty, but she always said she would’ sell me down to Orlean. But I noticed they was a nigger trader around the place considable lately, and I begin to get uneasy. Well,  one night I creeps to the do pooty, and the warn’t quite shet. And I all missus tell de wider she gwyne to sell me down to orleand, but she didn’t want to, but she could git eight hundred dollar for me. And I lets out mighty quick, I tell you (56-57. 1960)
            Saya melihat kalimat pertami dari kutipan di atas merupakan satu kunci tentang makna kebebasan bagi dirinya. Jika Jim di jual ke New Oerland, ada beberapa kemungkinan yang ia takutkan. Kemungkinan pertama bahwa ia akan diperlakukan lebih buruk dari yang sekarang, dan ada kemungkinan lain Jim tidak mau jadi budak di tempat asing yang jauh dari keluarganya. Jika toh berada jauh dari tempat tinggal anak istrinya, lebih baik ia menjadi manusia bebas dan dapat bekerja  untuk menebus mereka.
Pada bab ke-23, diceritakan oleh Jim bahwa anak perempuannya suatu waktu sakit panas, dan di saat si anak sembuh, ia memperlakukan anaknya dengan sedikit kasar, ia mengira bahwa anaknya tidak patuh terhadapnya, sehingga ia selalu membentak Elizabert. Namun setelah ia mengetahui bahwa anaknya terseut ternyata menjadi tuli karena sakit panas yang diderita di hari-hari sebelumnya. Ia menyatakan rasa bersalah terhadapat anaknya kepad Huck karena ia suka membentak anak perempuannya itu.saai ia mengatakan hal ini, ia menangis. Dari situ kita tahu bahwa jim mempunyai perasaan bersalah mendalam.
Alas an selanjutnnya yang memacu agar ia dapat terbeas dari perbudakan adalah untuk mempunyai harta dan barang sendiri. Alas an ini mungkin beralasan dengan maksud Jim untuk membeli keluarganya dari perudakan. Lihat kutipan dibawah ini
he was saying how the first thing he would do when he got to a free state he would go to saving up money and never spend a single cent, and when he got enough he would buy his wife, which was owned on a farm close to where Miss Watson lives, and then they would both work to buy the two children”,….(hal 144)
            Sampai pada akhirnya Jim sangat bahagia sekali karena secercik harapan untuk mewujudkan keinginannya sudah bisa terlihat di hadapannya, jadi dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa Jim telah :
1.      Bebas dan mempunyai harapan untuk dapat pergi ke free state dan bekerja di sana, setelah itu ia akan mempunyai uang untuk membeli (membebaskan) istri dan anaknya.
2.      Dapat makann apa saja yang ia inginkan, dan bisa menikmati waktu dengan santai
3.      Mempunyai barang berharga pribadi ( Uang)
4.      Melihat sebuah kesempatan untuk dapat membeaskan istri dan anak-anakny dari majikannya.

BAB IV
KESIMPULAN
Mengenai kesipulan analisis tentang kebebasan Jim, saya tidak akan terlalu banyak mengambil sebuah kesimpulan dari hasil pembahasan di atas, karena, takkala saya menyimpulkan sebuah uraian dari pembahasan, secara tindak langsung sadar dan tak sadar pemahaman atau pola-pikir pembaca akan tersekat pada kesimpulan itu sendiri. Jadi, saya sarankan silahkan simpulkan pembahasan dia atas oleh pemahaman pembaca.

















BAB V
REFERENSI
Atmowiloto, Arswendo. Mengarang Itu Gampang. Jakarta: Gramedia, 1982
Twain, Mark. The Adventures of huckleberry Finn. New York: Washington Square Press INC., 196o
Cerveza, "The Adventures of Huckleberry Finn," Contemporary Literary Criticism vol. 41, 1921. pp 1156-67.



[1] Richard Sattemeyer, ed., One Hundred Year of Huckleberry Finn, Missouri : University of Missouri, 1985, hal.1
[2] Jameh H. Pichering dan Jeffrey D, Hoeper, Coocise Companion to Literature, New York : Macmillan PublishingCo. Inc., hal 23-34